Tugas Mandiri 7
Analisis Observasi
UMKM
Studi Kasus: Toko Kopi Jon
1. Profil UMKM
Toko Kopi Jon merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang jasa dan produksi minuman kopi. Usaha ini beroperasi dalam skala kecil dengan sistem pelayanan langsung kepada konsumen. Karakteristik utama UMKM ini adalah keterbatasan sumber daya, baik dari sisi tenaga kerja, ruang produksi, maupun sistem manajemen, namun memiliki fleksibilitas operasional yang tinggi.
Model bisnis yang diterapkan adalah produksi berbasis pesanan (make to order), di mana produk baru diproduksi setelah ada permintaan dari konsumen.
2. Hasil Observasi Aspek UMKM
a. Aspek Manajemen Produksi
Dari hasil observasi, manajemen produksi di Toko Kopi Jon masih bersifat sederhana dan informal. Pemilik atau barista berperan ganda sebagai:
-
Pengelola usaha
-
Operator produksi
-
Pelayan konsumen
Keputusan produksi, seperti jumlah bahan baku yang digunakan dan metode penyeduhan, dilakukan berdasarkan pengalaman pribadi, bukan berdasarkan perencanaan produksi tertulis. Hal ini umum ditemukan pada UMKM, namun berpotensi menimbulkan ketidakkonsistenan dalam jangka panjang.
b. Aspek Sumber Daya Manusia (SDM)
UMKM ini hanya mengandalkan 1 orang tenaga kerja utama. Dari sisi UMKM, kondisi ini memiliki dua implikasi:
Kelebihan:
-
Biaya tenaga kerja rendah
-
Koordinasi kerja mudah
-
Pengambilan keputusan cepat
Kekurangan:
-
Ketergantungan tinggi pada satu individu
-
Risiko operasional jika tenaga kerja tidak hadir
-
Beban kerja tinggi yang dapat menurunkan produktivitas
c. Aspek Sarana dan Prasarana
Toko Kopi Jon menggunakan ruang usaha yang relatif kecil dengan peralatan utama seperti mesin kopi, grinder, dan alat seduh manual. Layout dirancang agar seluruh proses dapat dijangkau oleh satu orang.
Dari sudut pandang UMKM:
-
Ruang sempit membantu efisiensi biaya sewa
-
Namun membatasi kapasitas produksi dan ekspansi usaha
d. Aspek Pengelolaan Bahan Baku
Pengelolaan bahan baku dilakukan tanpa sistem pencatatan formal. Stok bahan baku dipantau secara visual dan berdasarkan perkiraan kebutuhan harian.
Kelebihan:
-
Proses sederhana
-
Minim biaya administrasi
Kekurangan:
-
Potensi kehabisan stok mendadak
-
Sulit melakukan perencanaan pembelian
-
Tidak ada data historis penggunaan bahan baku
e. Aspek Pengendalian Mutu UMKM
Pengendalian mutu pada UMKM ini masih bersifat personal control, yaitu kualitas produk dijaga berdasarkan keahlian barista. Tidak ditemukan:
-
SOP tertulis
-
Standar kualitas baku
-
Form evaluasi produk
Hal ini menyebabkan kualitas produk sangat bergantung pada individu, bukan pada sistem usaha.
3. Analisis Kelebihan dan Kekurangan UMKM
Kelebihan UMKM Toko Kopi Jon
-
Fleksibel dalam menyesuaikan pesanan konsumen
-
Biaya operasional relatif rendah
-
Hubungan langsung dengan pelanggan
-
Proses produksi cepat dan responsif
Kekurangan UMKM Toko Kopi Jon
-
Manajemen usaha belum terdokumentasi
-
Ketergantungan tinggi pada satu tenaga kerja
-
Belum memanfaatkan teknologi digital
-
Sulit melakukan evaluasi dan pengembangan usaha berbasis data
4. Rekomendasi Pengembangan UMKM
Berdasarkan hasil observasi, beberapa rekomendasi pengembangan UMKM yang realistis antara lain:
-
Penerapan pencatatan sederhana
-
Buku atau aplikasi stok bahan baku
-
Rekap penjualan harian
-
-
Standarisasi proses kerja
-
SOP singkat penyeduhan
-
Standar pelayanan konsumen
-
-
Penguatan kapasitas SDM
-
Pelatihan dasar manajemen UMKM
-
Dokumentasi pengetahuan kerja (knowledge sharing)
-
-
Pemanfaatan teknologi sederhana
-
Aplikasi POS gratis
-
Pencatatan digital menggunakan smartphone
-
5. Kesimpulan
Berdasarkan observasi, Toko Kopi Jon sebagai UMKM memiliki kekuatan pada fleksibilitas dan kedekatan dengan konsumen, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek manajemen, dokumentasi, dan pengendalian mutu. Dengan penerapan prinsip manajemen produksi sederhana dan penguatan sistem UMKM, usaha ini memiliki potensi untuk berkembang secara berkelanjutan.